| |
|
|||
| |
![]() |
|||
| |
||||
|
|
||||
|
17 September 2007 Pembaca yang terhormat,
PRIMO Lube-m@il akan mengirimkan secara berkala newsletter kepada seluruh pelanggan PRIMO, baik pemilik usaha, pemilik kendaraan, pengusaha, technical engineer, maupun mereka yang berminat pada pelumas dan pelumasan dengan tujuan untuk menambah pengetahuan akan masalah pelumas dan pemilihan pelumas yang tepat serta sebagai sarana memperkenalkan salah satu solusi pelumasan melalui pelumas PRIMO (oil & grease) untuk industrial, automotive, transportation, heavy equipments, marine dan specialty.
............................................................... Topik bahasan kali ini >> Bagaimana Base Oil mempengaruhi kualitas pelumas dan kemampuan pelumasan >> Kesaksian dari pengguna mineral base oil konvensional yang beralih ke base oil PETROCLEAR >> Test Your Knowledge: Questionary rutin menarik bagi pembaca dan dapatkan jawabannya! ...............................................................
Kami menyambut baik setiap saran maupun sumbangan bahan seperti artikel singkat yang dapat membantu pembaca mengenal lebih jauh mengenai pelumas dan pelumasan dengan mengirimkan ke redaksi [at] jcprimo.com
* Redaksi hanya akan menerbitkan bahan artikel yang dianggap memenuhi syarat.
Salam hangat, Tim Redaksi .............................................................. |
||||
|
Pelumas oli terdiri dari Base Oil + Additive sedangkan Pelumas Grease terbuat dari Base Oil + Additive + Thickener (Pengental). Kali ini kita akan membahas bagaimana Base Oil di oli pelumas yang dipergunakan akan mempengaruhi unjuk kerja pelumasan dan kualitas pelumas di mesin. Bagi yang sering berhubungan dengan pelumas, kita sering mendengar kata Mineral Base Oil dan Synthetic Base Oil. Pertanyaan mengenai base oil yang umum membutuhkan jawaban adalah sederhana saja, "Apakah itu Synthetic Oil?" Bahasa technicalnya, Synthetic Base Oil dibuat dari kombinasi chemical, di laboratorium, lower-molecular-weight material untuk memproduksinya, menghasilkan produk akhir (finished product) yang direncanakan dan sudah diprediksikan kemampuannya, artinya Synthetic adalah produk buatan (custom-designed) yang mana dalam setiap tingkat konstruksi molekulnya diprogram untuk menghasilkan yang kita bisa sebut "Pelumas Ideal". Proses pembentukan Synthetic berbeda sama sekali dengan Mineral Base Oil (Petroleum Lubricant) yang mana komponen-komponen fisiknya, baik yang diinginkan maupun yang tidak diinginkan adalah sudah menyatu bersama dari crude oil dimana disuling/dihasilkan. Crude oil mengandung ribuan dari berbagai kontaminan, tergantung asal geografis dan geologisnya dimana tidak dapat sepenuhnya direfinery/disaring. Asam korosif, paraffin, wax, logam berat, aspal, naphthanic dan benzene, demikian juga kandungan yang tidak dapat terhitung dari sulfur, chlorine, dan nitrogen tetap ada pada hasil akhir produk mineral base oil. Hal yang sama yang tak kalah pentingnya adalah molekul Mineral Base (petroleum) oil sangatlah berbeda dalam keragaman (uniform-sized), ukuran, bentuk dan panjangnya. Sewaktu
mesin panas, molekul yang berukuran kecil akan lebih mudah berevaporasi
(menguap), sedangkan molekul yang besar cenderung beroksidasi dan menjadi
deposit di mesin dan unsur pokok dalam kandungan elemen yang tidak diinginkan
dalam Mineral Base Oil akan memberikan efek mempercepat proses kerusakan
oli dan performanya, itulah sebabnya Mineral Base Oil sangatlah
berbeda jauh kualitas dan performanya dibandingkan dengan Synthetic. ............................................................... SOLUSI dari PRIMO Lubricant : Walaupun PRIMO Lubricant menganjurkan konsumen tetap memilih pelumas Synthetic (tersedia di PRIMO SPECIALTY LUBRICANT), apalagi khususnya kondisi yang mengharuskan tetapi memahami kondisi harga Synthetic yang masih dianggap tinggi dan untuk mendapatkan kebutuhan pelumasan lebih baik dari Mineral Base Oil, PRIMO Lubricant memproduksi pelumas olinya dengan memakai base oil PETROCLEAR (High Refined Base oil) yang telah mengalami proses pemurnian berulang kali, keseragaman molekul sehingga penampakan warna base oil menjadi sangat bening seperti air, menunjukan bahwa zat "pengotor" telah dihilangkan, dampaknya mesin lebih bersih, oli lebih awet, additive di oli akan bekerja lebih maximal dan tahan lama. |
||||
|
Dengan harga lebih jauh lebih rendah dari jenis Fully Synthetic yaitu sekitar hanya 15% s/d 25% lebih tinggi dari jenis Mineral Base Oil, tetapi berkemampuan minimum 50% s/d 2 kali lebih tahan lama, performa kerja mesin lebih maximal, mesin lebih bersih, awet, irit bahan bakar dan maintenance serta menurunkan biaya perawatan maka konsumen dapat lebih mudah beralih dari Mineral Base Oil Konvensional ke jenis PETROCLEAR. PETROCLEAR
base Oil memiliki keunggulan serta sifat chemical dan fisikal lebih
baik dari Mineral Base Oil seperti: |
||||
|
PELUMAS PRIMO PETROCLEAR Base Oil: PRIMO Lubricant mengkombinasikan bahan dasar oli PETROCLEAR dengan paket aditif pilihan dari Eropa yang berkualitas tinggi sesuai spesifikasi oli yang dibutuhkan seperti : aditif peningkat shear stability, anti oksidasi, anti korosi, anti scuffing, Viscosity index improver, TBN tinggi untuk menetralisir asam akibat pembakaran solar ( mesin diesel ) dengan kadar belerang tinggi, cleaning agent dispersant, dsb sehingga memberikan perlindungan maximal pelumasan di mesin serta melampaui persyaratan OEM. Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi Sales & Marketing kami. |
||||
|
............................................................... Testimonial Customer Saya bekerja pada sebuah yayasan terkenal yang bergerak di bidang pendidikan. Wilayah wewenang saya termasuk di dalamnya merawat dua buah Generator Set merek Cummins tipe Onan 750 KVA. Kedua Generator Set ini rata-rata bekerja 11 jam per hari bergiliran atau bersamaan saat beban puncak. Untuk urusan pelumasan di kedua unit GenSet ini, saya berprinsip bahwa kualitas produk adalah faktor utama dalam memilih pelumas yang akan saya gunakan, mengingat nilai investasi kedua unit GenSet tersebut. Terlebih lagi kedua GenSet ini harus terus dalam kondisi optimal untuk operasional seluruh fasilitas pendidikan yang sangat erat kaitannya dengan pamor dan tingkat prestise yayasan tempat saya bekerja. |
![]() |
|||
| Ketertarikan saya terhadap produk PRIMO Ultramax Diesel Engine Oil dimulai saat saya mendapat deskripsi secara mendetail tentang karakteristik produk tersebut. Berbahan dasar PETROCLEAR yang jernih seperti air, memiliki performa yang lebih superior dari bahan dasar mineral konvensional, spesifikasinya yang memenuhi minimum requirement mesin GenSet dan kandungan penetralisir asam yang tinggi, serta harga yang rasional dengan selisih sedikit saja dibandingkan dengan Mineral Base Oil yang saya pakai adalah dasar saya mencoba menggunakan produk ini. Hasilnya, performa PRIMO Ultramax Diesel Engine Oil memuaskan saya. Terjadi peningkatan signifikan pada kinerja mesin. Suara mesin lebih halus, dan bahkan saya sampai pernah mencoba hanya mengoperasikan satu GenSet pada saat beban puncak, yang sebelumnya tidak dapat dilakukan. Masa ganti pelumas juga dapat saya perpanjang untuk optimalisasi dan efisiensi sampai 1,5 kali lipat masa ganti pelumas sebelumnya. |
||||
| ............................................................... Test Your Knowledge Tahukah anda 3 faktor penyebab utama mengapa oli di mesin bisa rusak ? Untuk mengetahui jawabannya klik disini ............................................................... PRIMO Exhibition - Automotive Product
|
||||
|
............................................................... Training & Technical Supports PRIMO memberikan training kepada technical support team dan sales & marketing team untuk memberikan pelayanan kebutuhan pelumas dan pelumasan yang sesuai dan efektif bagi kebutuhan konsumen. Melalui konsultasi, training dan presentasi maupun kunjungan langsung ke lapangan.
info lebih lanjut mengenai training & technical support >> Jika Bapak/Ibu tidak berkenan menerima e-mail ini dan ingin berhenti berlangganan, kirimkanlah e-mail ke unsubscribe[at]jcprimo.com |
||||
PRIMO
is a registered trademark of JC Group Companies USA – TAIWAN – CHINA – HONGKONG – SINGAPORE – PHILIPPINES – MALAYSIA – CAMBODIA - INDONESIA |
||||